Harga Barang Pada Naik, Gimana Ya Cara Atur Uang?

3 Cara Simple Atur Uang dan Hasilkan Uang Tambahan - Kredivo

Selain BBM Pertalite yang baru-baru ini naik, mi instan, minyak goreng, dan telur juga belakangan menjadi beberapa kebutuhan pokok yang harganya ikut naik. Alhasil, banyak orang yang kebutuhan sehari-hari atau jumlah belanjanya jadi bengkak akibat kenaikan harga ini. 

Kenaikan harga barang, memang menyusahkan. Selain harus atur ulang prioritas dan pengeluaran, nggak jarang pada sebagian orang bahkan justru harus cari tambahan penghasilan. Ini juga berarti, jam kerja akan bertambah lebih banyak. 

Mau tidak mau, di tengah kondisi ini, kita perlu beradaptasi dan mengatur kembali keuangan. Selain supaya gaji cukup untuk satu bulan, ini juga berarti, kita harus mencoret kebutuhan yang tidak perlu supaya masih ada uang tersisa untuk ditabung kalau-kalau ada kebutuhan darurat. 

Untuk mengatur ulang keuangan, kamu bisa memulainya dengan 5 cara sederhana berikut ini: 

Evaluasi keuangan & atur ulang prioritas

Kalau kamu sudah memiliki penghasilan apalagi sudah berkeluarga, memiliki anggaran keuangan setiap bulannya adalah hal yang wajib dilakukan. Salah satu fungsi utamanya adalah supaya kamu tahu, ke mana saja uang yang kamu keluarkan, berapa kebutuhan setiap bulan, dan tahu bagian mana yang harus dievaluasi dari keuanganmu. 

Tanpa adanya anggaran dan catatan keuangan, mustahil evaluasi keuangan bisa dilakukan. Kamu juga mungkin tidak akan tahu, bagian mana yang harus dihemat dan mana pemborosan yang perlu disetop. 

Kalau kamu belum pernah mencatat rutin anggaran keuangan, yuk waktunya lakukan sekarang. Catat semua pemasukan dan alokasi anggaran keuangan setiap bulannya. Mulai dari kebutuhan primer seperti belanja bahan makanan atau uang transportasi, sampai kebutuhan pribadi seperti cicilan, hangout, jalan-jalan dan lain sebagainya. 

Kalau perlu, gunakan aplikasi pengatur dan pencatat keuangan supaya lebih praktis dan cepat terlihat data persentase pengeluarannya. 

Bermodal catatan keuangan inilah, kamu bisa mencoret berbagai pengeluaran yang sifatnya kurang penting. Misalnya, kalau kamu biasanya punya jadwal hangout atau makan di luar 2 kali seminggu, sementara saat harga barang naik, kamu dapat menguranginya menjadi satu kali seminggu. 

Mulai coba teknik persiapan makanan supaya hemat

Kadang-kadang, karena kesibukan yang padat, beli makanan matang sudah jadi agenda rutin yang praktis dan cepat. Alhasil, uang yang dikeluarkan juga jadi lebih boros daripada masak sendiri. 

Katakanlah dalam satu kali makan, uang yang dikeluarkan minimal Rp20.000 untuk satu orang. Jika dikalikan 3 kali makan, maka untuk satu orang pengeluaran makannya menjadi Rp60.000. Kalau kamu sudah berkeluarga dan punya 3 anggota keluarga, maka menjadi Rp180.000 per hari pengeluaran untuk makan. Belum ditambah pengeluaran lain seperti jajan atau snack. 

Untuk menyiasati ini, kamu dapat mulai mencoba mengikuti teknik meal preparation atau persiapan makanan untuk periode tertentu supaya lebih hemat, misalnya 1 minggu. Kalau sibuk di hari kerja, kamu bisa luangkan waktu 3 – 4 jam di akhir pekan untuk belanja ke pasar dan menyiangi bahan makanan dengan menu yang praktis dan mudah dimasak. Misalnya aneka gorengan seperti ayam ungkep atau tumisan sayur yang masaknya hanya butuh 10 menit. 

Kamu bisa menghitung total belanja yang dibutuhkan satu minggu untuk makan 3 kali dalam sehari. Jumlahnya tentu akan berbeda-beda dan bisa disesuaikan tergantung jumlah anggota keluarga dan kebutuhan nutrisinya. 

Jangan ambil kredit baru untuk hal yang tidak mendesak

Di masa sekarang, godaan untuk lebih konsumtif bisa datang dari mana saja. Bukan hanya promo yang masif, tetapi juga aneka metode pembayaran yang menggiurkan seperti kredit online tanpa kartu kredit.

Di satu sisi, adanya layanan kredit online yang limitnya besar dan bunganya rendah seperti Kredivo, bisa membantu siapa saja untuk mendapatkan akses kredit dalam waktu singkat. Di sisi lain, kalau tidak dipertimbangkan dengan bijak, layanan ini bukannya bermanfaat malah bisa menjerumuskan. 

Salah satunya adalah kredit barang yang tidak perlu atau nggak butuh-butuh amat. Misalnya, ganti HP baru karena ada seri terbaru yang keluar, sementara HP lama tidak bermasalah dan masih berfungsi baik. 

Kalau mau berhemat dan membuat keuangan tetap sehat di tengah naiknya harga barang, maka kamu perlu setop mengambil kredit baru untuk hal yang tidak urgent. Gunakan layanan kredit dengan kartu kredit atau kredit online seperti Kredivo yang bisa cicilan 0% hanya untuk hal darurat. Misalnya, kulkas di rumah rusak dan harus ganti baru supaya bahan makanan tetap awet.  

Beralih ke transportasi umum jika ongkosnya lebih hemat

Kalau kamu menggunakan moda transportasi pribadi untuk mobilitas sehari-hari, kamu bisa coba hitung dan pertimbangkan kembali berapa biaya bahan bakar dan parkir yang harus dikeluarkan. Lalu bandingkan dengan efektivitas biaya atau waktu jika kamu menggunakan transportasi umum seperti MRT, Commuter Line, atau Transjakarta. Mana yang lebih murah?

Transportasi umum dapat menjadi alternatif dan sahabat terbaik untuk mengurangi pengeluaran untuk ongkos. Dengan catatan, jika dengan transportasi umum, ongkos jadi lebih murah dan waktu di perjalanan menjadi lebih efektif. Sebab, banyak juga orang yang jam perjalanannya jadi lebih lama kalau pakai transportasi umum atau lokasi rumah belum terjangkau transportasi publik yang memadai. 

Pertimbangkan untuk buka usaha atau ambil kerja freelance

Kalau kamu punya sedikit modal untuk usaha kecil-kecilan di rumah seperti jual pulsa atau jadi dropshipper/reseller barang, kamu bisa mencobanya untuk tambahan penghasilan di tengah harga dan pengeluaran yang naik. 

Kamu juga bisa mengandalkan situs pekerjaan freelance untuk mencari pekerjaan sampingan yang sesuai dengan keahlianmu. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *